Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Puisi-puisi

Beragam Puisi Risandi. Solipsisme di ujung spion tahun,  wajahku: asing  wajahmu: puing  karena dogma  karena dogma kita kunyah  sarapan angka  kenyang data  tapi busung jiwa. angka dan jiwa bersetubuh  paksa melahirkan hamba  yang lupa cara membaca tanda tanya. Pasar  pasar kaget demokrasi  jual beli ayat dan mayat  diskon moral obral akal  —siapa yang menawar?—  "aku!" teriak oligark "aku!" bisik si pandir  mereka berebut ampas di meja makan yang dirampas. lihat, tuan badut berdasi main akrobat di atas tali  pusat rakyat jatuh tidak terkendali tidak cuma nurani yang retak  retak, meledak dan pabalatak. Nadi  malam bukan untuk tidur  malam untuk mengukur seberapa dalam kubur  yang kita gali dengan jempol sendiri. di layar kaca: nabi palsu  di meja makan: piring berdebu  istriku, jangan tanam ilmu di tanah sengketa ini tanamlah besi  biar tumbuh jadi belati  atau nyali...