Puisi-puisi
Beragam Puisi Risandi. Solipsisme di ujung spion tahun, wajahku: asing wajahmu: puing karena dogma karena dogma kita kunyah sarapan angka kenyang data tapi busung jiwa. angka dan jiwa bersetubuh paksa melahirkan hamba yang lupa cara membaca tanda tanya. Pasar pasar kaget demokrasi jual beli ayat dan mayat diskon moral obral akal —siapa yang menawar?— "aku!" teriak oligark "aku!" bisik si pandir mereka berebut ampas di meja makan yang dirampas. lihat, tuan badut berdasi main akrobat di atas tali pusat rakyat jatuh tidak terkendali tidak cuma nurani yang retak retak, meledak dan pabalatak. Nadi malam bukan untuk tidur malam untuk mengukur seberapa dalam kubur yang kita gali dengan jempol sendiri. di layar kaca: nabi palsu di meja makan: piring berdebu istriku, jangan tanam ilmu di tanah sengketa ini tanamlah besi biar tumbuh jadi belati atau nyali...